SATGAS SABER PUNGLI KAB. SRAGEN GELAR TALK SHOW UNTUK PENCEGAHAN PUNGLI

SRAGEN - Komitmen Pemerintah Daerah dan Polres Kabupaten Sragen dalam upaya pencegahan dan pemberantasan praktik pungutan liar semakin kuat. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan cara melaksanakan kegiatan sosialisasi melalui Giat Talk Show di Radio Buana Asri Sragen pada hari Rabu, 20 Pebruari 2019 oleh Satgas Saber Pungli UPP Kab. Sragen yang berisi tanya jawab tentang praktik pungli dan pencegahannya serta cara pemberantasannya.

Acara yang dipandu oleh Dian Rahma Sholikhin, reporter dari Radio Buana Asri Sragen tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua 1 Satgas Saber Pungli, DR. Wahyu Widayat, SH, M.Si (Inspektur Kab. Sragen), Triono, SH, M.Si dan Nanang Budi Rahayu, SE, MSi (dari Inspektorat Kab. Sragen), serta dari Polres Kab. Sragen yaitu Yuliwantara, SH, M.Hum (Anggota Pokja Penindakan), IPDA Mulyono, SH (Anggota Pokja Penindakan) dan IPDA Dwi Ida Susiani (Anggota Pokja Pencegahan).

Disampaikan oleh Wakil Ketua Tim Satgas Saber Pungli, DR. Wahyu Widayat, SH, M.Si (Inspektur Kab. Sragen), bahwa latar belakang dibentuknya Satgas Saber Pungli Kab Sragen yaitu karena disinyalir masih banyaknya pelaku-pelaku pungli, serta mendasar pada peraturan-peraturan, yaitu : Peraturan Presiden RI No. 87 Tahun 2016 Tanggal 20 Oktober 2016, Keputusan Menkopolhukam no 78 Tahun 2016 Tentang Kelompok Kerja dan Sekretariat Satuan Saber Pungli , serta Keputusan Bupati Sragen No. 14 Tahun 2017.

“Kegiatan yang telah dilakukan selama 2 tahun ini masih mengedepankan pokja pencegahan, yaitu melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada seluruh bidang pelayanan publik, dan kemudian akan berkembang nantinya ke level anak-anak sekolah dengan tujuan untuk menciptakan generasi milenial yg handal dan bermental anti pungli serta anti korupsi dengan memberikan pemahaman tentang Saber Pungli ini. Target yang ingin dicapai adalah sesuai dengan visi dan misi Satgas Saber Pungli, yaitu Terwujudnya pelayanan publik pada Pemerintah Daerah yang terbebas dari pungutan liar,” demikian penjelasan tambahan dari DR. Wahyu Widayat, SH, M.Si.

Masyarakat cukup antusias dengan acara Talk Show yang dilaksanakan pukul 20.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB tersebut. Banyak pertanyaan yang disampaikan oleh masyarakat, baik dari masyarakat yang masih awam tentang Pungli hingga pertanyaan-pertanyaan lanjutan mengenai cara pemberantasan serta upaya pemerintah dalam menangani Pungli.

Salah satu pertanyaan muncul dari Sdr. Joshua (Sidoarjo) yang masih awam tentang Pungli, yakni : Apa saja yg termasuk tindakan pungli? Dijawab oleh DR. Wahyu Widayat, SH, M.Si bahwa pengertian dari Pungli sendiri adalah pungutan yang dilakukan oleh oknum yang melebihi aturan yang ditetapkan, atau mengambil pungutan yang tidak ada dasar hukumnya. Contoh tindakan pungli adalah : Pungutan bantuan untuk mengurus akta nikah, Penetapan kirka harga tanah yang tidak sesuai oleh perangkat desa, atau pungutan-pungutan di sekolah dan bidang pelayanan publik dengan tujuan untuk mempercepat pelayanan.

“Pungutan yang dilakukan aparat negara/penyelengara pemerintah di luar ketetapan atau aturan disebut pungli. Sebaliknya jika pemberian yg diberikan masyarakat atau bawahan kepada aparatur pemerintah/ penyelenggara pemerintahan melebihi 1 juta dalam 1 tahun disebut Gratifikasi. Untuk lebih detail tentang gratifikasi bisa dibuka Peraturan Bupati tentang Pedoman Pengendalian Gratifkasi di Lingkungan Pemkab Sragen,” tambah DR. Wahyu Widayat, SH, M.Si.

Selanjutnya pertanyaan dari pendengar radio, Suryono (Masaran), bagaimana Tim Saber Pungli memaksaimalkan laporan-laporan dari masyarat? Atas pertanyaan tersebut, DR. Wahyu Widayat, SH, M.Si menjawab bahwa laporan-laporan dari masyarakat masuk ke operator admin Kominfo Kabupaten Sragen langsung di forward ke Satgas Saber Pungli dan akan segera direspon serta ditindak lanjuti. Laporan bisa melalui telepon, WA, Facebook dan portal-portal lainnya yang sudah disediakan.

Pertanyaan terakhir dari Wisnu (Karangmalang), yakni apabila ada masyarakat yg melapor bagaimana dengan keamanan pelapor? DR. Wahyu Widayat, SH, M.Si memastikan bahwa Identitas pelapor akan dirahasiakan dan 100% dijamin keamanannya.

Selanjutnya disampaikan himbauan oleh KBO Sat Binmas selaku anggota Pokja Pencegahan, Ipda Dwi Ida Susiani, bahwa Satgas Saber Pungli mengajak seluruh elemen masyarakat Kab. Sragen dan seluruh Instansi Pemerintah untuk menolak seluruh praktek pungutan liar. Masyarakat harus berani menolak jika ada praktek pungutan liar dan segera melaporkan ke pihak berwajib atau satgas Saber Pungli Kab. Sragen. Pemberantasan pungli akan dilakukan disemua sektor pelayanan publik dan tidak melihat besar kecilnya pungutan liar. Apabila melanggar tetap akan ditindak sesuai ketentuan UU yang berlaku.

Pada penghujung acara disampaikan informasi kepada masyarakat bahwa saat ini Kepolisian Polda Jateng sedang menggelar Operasi kewilayahan dengan Sandi "OPERASI BINA KUSUMA CANDI 2019" yang berlangsung sejak 4 Pebruari 2019 s.d 5 Maret 2019 mendatang. Tujuannya adalah dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Polda Jateng Tahun 2019. Sedangkan sasarannya adalah pelaku premanisme yang meliputi pemalakan, penodongan, pungutan liar, debt collector, pengeroyokan, prostitusi, pekat, geng motor, gepeng dan anak jalanan.

 

 

  (written by Naomi, Nanang)

  • Tentang Kami

    Inspektorat Kabupaten Sragen merupakan salah satu Instansi Publik yang berkedudukan sebagai unsur pelaksana tugas tertentu Pemerintah Daerah dipimpin oleh seorang Inspektur yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah, dengan tugas pokok melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan di lingkungan Pemerintah Daerah terhadap pelaksanaan tugas Perangkat Daerah dan Pelaksanaan Tugas Pembantuan.

  • Lapor.go.id

  • Link Terkait